16 April 2024

Satu Lagi, Baliho Cyriakus Kiik Hilang Tanpa Bekas di Dusun Nefonaifui B Desa Tunabesi-Malaka

0
Spread the love

Satu lagi, baliho Cyriakus Kiik, SH, calon anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Daerah Pemilihan (Dapil) Malaka 3, hilang tanpa bekas.

Hal ini diketahui setelah Tim Posko Orange Partai Buruh Desa Tunabesi melakukan pemantauan di sejumlah titik di wilayah ini yang dipasangi baliho, Senin (08/01/2024) siang. Pemantauan ini dilakukan setelah diketahui salah satu balihonya dirusakkan Orang Tak Dikenal (OTK) di Dusun Baki Ornai.

Saat pemantauan, setibanya di Dusun Nefonaifui B, Tim Posko Orange tidak menemukan baliho Calon Anggota DPRD Kabupaten Malaka Partai Buruh Dapil Malaka 3 Nomor Urut 1, Cyriakus Kiik, SH yang dipasang sehari sebelumnya. Baliho tersebut hilang tanpa bekas. Sebab, baik baliho caleg, bendera Partai Buruh maupun kayu yang digunakan untuk memasang baliho dan bendera itu sudah tidak ada.

Padahal, baliho itu baru dipasang pada Minggu (07/01/2024) petang sekira pukul 15:15 Wita. Pemasangan baliho ni juga sudah diberitahukan kepada pemilik rumah karena memang pemilik rumah termasuk keluarga Kiik.

Cyriakus Kiik sebagai Calon Anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Daerah Pemilihan (Dapil) Malaka 3 kepada media di Betun, ibukota Kabupaten Malaka, Senin (08/01/2024) petang, mengatakan, pihaknya sedang melakukan konsolidasi tim untuk melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

“Bila pulbaket-nya memenuhi syarat administratif dan unsur pidana, kita akan laporkan ke Bawaslu dan Aparat Penegak Hukum. Kita berharap para caleg dan tim keluarga tidak memberikan pendidikan politik sesat kepada keluarga dan masyarakat pada umumnya”, demikian Kiik.

Kiik lebih lanjut mengharapkan pihak Pengawas Pemilu di semua tingkatan, masyarakat, para pemuda dan keluarga para Caleg menghindari tindakan-tindakan provokatif, mengadu-domba dan membenturkan caleg dengan caleg, caleg dengan keluarga dan keluarga caleg dengan keluarga caleg lainnya. Sebab, perbuatan seperti itu tidak hanya bisa dilakukan para pelaku. Sebaliknya, perbuatan yang sama bisa juga dilakukan orang lain.

“Kami juga bisa melakukan hal yang sama. Tetapi, kami tidak mau keluarga bermusuhan dan berkelahi lalu orang lain bertepuk tangan bergembira ria. Itu pertanda kita salah urus, salah urus diri sendiri, lalu orang lain yang pusing urus kita. Di sini, saya mengharapkan para caleg berpolitik secara santun dan cerdas. Kita adu gagasan melalui pencalegan ini. Tidak perlu anarkis karena dampaknya mahal sekali”, tandas Kiik.

Di dusun berbeda, tepatnya di Dusun Baki Ornai Desa Tunabesi, Tim Orange Partai Buruh setempat menemukan fakta terjadinya pengrusakkan baliho Cyriakus Kiik. Dari amatan mata telanjang, sudut kanan atas baliho sobek-putus karena diduga ditarik sekuat tenaga. Sedangkan di bagian tengah baliho terdapat lubang sayatan pisau atau parang. Fakta ini berbeda dengan baliho lainnya berukuran besar empat kali lipat yang tampak gambarnya mulai kusam tetapi tidak lubang atau tidak sobek sampai sekarang.

“Perusakkan baliho saya yang terjadi di Cabang Bakiliurai Dusun Baki Ornai Desa Tunabesi ini, untuk saat ini, saya maafkan pelakunya. Bila terjadi lagi, saya akan menempuh jalur hukum dan aturan perundang-undangan lainya”, pinta Kiik.

Kiik berharap pihak Bawaslu di semua tingkatan, Pemerintah Desa Tunabesi dan Pemerintah Kecamatan Io Kufeu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat, memberi perhatian atas dinamika politik Pemilu 2024 yang terjadi di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu ini.

Kecamatan Io Kufeu sendiri termasuk Dapil Malaka 3. Selain Io Kufeu, empat kecamatan lainnya juga termasuk Dapil Malaka 3, yakni Kecamatan Sasitamean, Laenmanen, Botin Leobele dan Malaka Timur. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *