16 April 2024

Simon Nahak dan Gugahan Mencabut “Rumput-Rumput Liar” di Kepala

0
Spread the love

(sebuah catatan akhir tahun 2023) Goresan ini dibuat sebagai catatan akhir tahun setelah sekian tahun bekerja bersama, belajar bersama dan melangkah bersama sejak Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH, MH dan Louise Lucky Taolin, S. Sos terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malaka periode 2021-2026.

Dalam perjalanan waktu, pada hampir setiap hari dan dalam setiap derap kegiatan bersama kedua putra terbaik Malaka ini, banyak hal yang mencuat bahkan seakan ‘berlari’ mengejar waktu untuk mendapatkan passion yang sesungguhnya. Kegiatan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan terus dipacu untuk menegaskan eksistensi dari sebuah kepercayaan publik yang sudah diletakkan di atas bahu keduanya.

Tak pernah jemu, tak pernah lelah dalam lingkaran kehidupan yang telah dipilihnya, Simon Nahak dan Kim Taolin terus memberikan diri kepada masyarakat Malaka dalam segala situasi. Keduanya terus saja ‘berproses’ bersama masyarakat Malaka dan beragam stakeholder di bawah panji-panji SAKTI yang diusungnya. Dan hingga detik ini, bendera SAKTI itu terus berkibar di bawah atap langit Malaka.

Pada sebuah kesempatan berdiskusi bersama Doktor Hukum Pidana ini, usai bertatap muka dengan masyarakat dari Rinhat, Biuduk Foho, awal Januari 2023 lalu di rumah Weleun, Simon Nahak mengatakan Pemberian diri terbaik adalah melayani masyarakat dengan segala kelebihan dan kekurangan dan terus berusaha untuk hidup, bergerak dan ada bersama masyarakat.

Atas dasar pemikiran itulah, Simon Nahak seolah terus ‘berjalan’ beralaskan ‘pemberian’ itu. Dengan langkah tegap dan optimisme, putra asli Wewiku ini terus berkarya dengan pemikiran-pemikiran rasional, logis dan ‘mendarat’ di kehidupan masyarakat Malaka.

Mencoba flashback ke belakang, di triwulan pertama tahun 2021 ketika awal-awalnya ‘membaktikan’ diri kepada masyarakat Malaka, Simon Nahak dan Kim Taolin ‘menggebrak’ dengan menancapkan program SAKTI, Swasembada Pangan, Adat Istiadat, Seni Budaya, Olahraga dan Toleransi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Tata Kelola dan Infrastruktur. Hasilnya, masyarakat Malaka dalam keterbatasan sumber daya alam maupun manusia mampu bertahan hidup dengan memanfaatkan setiap potensi pertanian yang ada.

Tanpa mengecilkan peran yang lain, kegiatan-kegiatan dan program lain pun yang berkaitan dengan SAKTI terus digeber dan terus dievaluasi untuk memastikan dan mendapatkan sebuah formula yang tepat bagi Malaka. Walau di sana sini masih banyak yang harus dibenahi, menurut Bupati Simon, hidup itu tidak harus berdiri tetap atau stagnan, tapi harus terus berlanjut selagi kita masih hidup.

Desember 2022 silam, usai menerima Pos Kupang Award sebagai tokoh yang punya perhatian penuh di bidang pertanian untuk masyarakat, Bupati Simon Nahak mengatakan penghargaan tersebut akan terus memacu dirinya untuk bekerja bagi dan bersama masyarakat.

Penghargaan tersebut seakan memberikan aksentuasi bagi sebuah perjalanan waktu setahun bersama masyarakat Malaka yang memberikan perhatian penuh di bidang pertanian. Brand beras Nona Malaka dan konsep-konsep yang mengena di hati rakyat ‘terbaca’ oleh media, sehingga penghargaan itu sesuatu yang pantas. Ditambah dengan Indonesian Award yang diberikan salah satu media nasional, menjadi tonggak sejarah yang akan terus dikenang anak cucu dan generasi daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

Contoh lain yang tak kalah penting, saat Pemda Malaka bersama 334 kabupaten/kota di seluruh Indonesia berhasil menerima Universal Health Coverage (UHC) Award. Penghargaan itu diberikan karena Pemda Malaka berhasil mengintegrasikan program Jaminan Kesehatan Nasional dengan Kartu Malaka Sehat untuk memberikan kepastian di bidang kesehatan. Pointnya bahwa karena kerja sama Pemda Malaka dengan BPJS Kesehatan untuk mengintegrasikan Jamkesda dalam program JKN danjuga pemenuhan kuota PBI JK.

Di tahun 2022, ketika Bupati Simon dan Wakil Bupati sudah setahun memimpin Malaka, banyak pembangunan fisik, pembenahan dan perbaikan-perbaikan terus dilakukan dan mulai terlihat. Pemasangan lampu jalan, pemasangan traffic light, pembangunan Pusat Pemerintahan, penyelesaian gedung Kantor DPRD, perbaikan infrastruktur jalan, pengadaan air bersih dengan menggandeng elemen masyarakat lainnya juga, terus nampak dan mencuat.

Hingga saat ini, realitas pembangunan itulah yang terlihat dan nampak.

“Kami hanya bisa mengerjakan apa menurut kami bisa dilakukan. Walau sekecil apapun tapi bisa berarti bagi masyarakat,” kata Bupati Simon.

Lalu apa hubungannya dan maksud pernyataan dengan ramuan mencabut rumput-rumput liar di kepala.

Tanggal 11 Desember 2023 lalu, Bupati Simon Nahak untuk kedua kalinya mendapatkan award dari Pos Kupang karena konsepnya yang sangat brilian dan langsung menyentuh masyarakat yakni Konsep 3 K (Kebun, Kandang dan Kolam).

Bupati Simon berhasil menggerakkan masyarakat Malaka agar di setiap rumah tangga memiliki salah satunya. Gerakan ini nyata, karena rata-rata masyarakat Malaka hidup dan mempertahankan hidupnya dari kebun, kandang dan kolam.

Pemikiran lebih jauh yang bersentuhan langsung dengan program nasional dalam pencegahan stunting. Salah satu yang sangat nampak dan signifikan di Kabupaten Malaka sejak konsep ini digebrak yakni terdapat angka penurunan stunting yang terus bergerak turun.

Stunting sebagai salah satu gejala penyakit kurang gizi, menjadi fokus perhatian baik di tingkat lokal, regional maupun nasional. Berbagai strategi dan kebijakan terus digalakkan, agar persoalan ini dari waktu ke waktu berdiri pada tingkat normal.

Kabupaten Malaka pun di bawah pemerintah Bupati dan Wakil Bupati Dr. Simon Nahak, SH, Mh dan Louise Lucky Taolin, S.Sos bersama stakeholder lainnya terus berupaya untuk bekerja bersama dan sama-sama bekerja untuk menurunkan angka stunting.

Menurut Bupati Simon, eksistensi 3 K menjadi hal mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar. Semua stakeholder baik pemerintah, swasta maupun Lembaga Swadaya Masyarakat harus terus bergerak.

“Kolaborasi semua elemen yang berkepentingan dalam mensejahterakan masyarakat semestinya mendapat tempat tertinggi dan khusus untuk penurunan stunting, konsep dan program 3 K merupakan salah satu ujung tombak yang handal dan tidak bisa tergantikan,” kata Bupati Simon Nahak.

Realitas terbaca bahwa sejak tahun 2021, tahun 2022 hingga pertengahan tahun 2023, tercatat secara jelas angka penurunan stunting. Sesuai testimoni dan data yang diperoleh di masyarakat, Konsep 3 K mampu menghadirkan sisi positif untuk proses tersebut.

Sebelum mengakhiri tahun 2023 ini, salah satu pernyataan yang kerap dilontarkan Bupati Simon Nahak setelah hampir 2,5 tahun memimpin adalah narasi ajakan yang sangat persuasif.

“Mari kita cabut rumput-rumput liar di kepala, sehingga pikiran kita menjadi bersih, positif tentang apa yang bisa dikerjakan,” kata Bupati.

Narasi ajakan ini bukannya tanpa dasar. Pada setiap kesempatan ketika membawakan sambutan dalam setiap hajatan pemerintahan atau setiap kegiatan sosial, Bupati Simon mengajak masyarakat Malaka tanpa kecuali, untuk bekerja bersama, berpikir bersama untuk membawa masyarakat ini ke arah yang lebih baik dan sejahtera.

‘Kami tidak bisa bekerja sendirian. Kami harus terus ada dan bergerak bersama masyarakat, untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih baik. Sehingga pikiran-pikiran miring, pikiran-pikiran negatif yang hanya membawa dampak konflik, dampak kemunduran harus disingkirkan. Jikalau ada yang harus dikerjakan dan sudah tentu tidak sempurna, mari kita bicara bersama, sesuai budaya masyarakat Malaka, hakneter no haktaek malu, saling mengasihi dan saling menghormati,” kata Bupati jelang perayaaan Natal, 24 Desember 2023.

Bupati Simon sangat yakin, jika pikiran-pikiran positif yang selalu ada di kepala setiap anak Malaka, akan semakin nampak kolaborasi yang sangat kuat, kokoh dan tangguh menuju masyarakat Malaka yang semakin maju berbudaya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *