16 April 2024

Bupati Malaka Beri Perhatian Mendalam Terkait Tingkat Literasi Siswa SD Saat Ini 

0
Spread the love

Bupati Malaka Dr. Simon Nahak,S.H.,M.H, Prihatin dan berikan perhatian mendalam terkait tingkat literasi siswa Sekolah Dasar (SD) saat ini.

Menurut Bupati, Simon, Saya Sangat Prihatin sekarang di mana anak-anak SD dapat lulus meskipun mereka belum sepenuhnya lancar membaca. Hal ini berbeda dengan masa lalu di mana kemampuan membaca adalah salah satu kunci kelulusan. Hal itu disampaikannya Saat membuka pertemuan dengan seluruh Kepala sekolah Dasar (SD) dan guru SD se-kabupaten Malaka bertempat di aula Hotel Cinta Damai  Betun Kabupaten Malaka Provinsi NTT Selasa 17 Oktober 2023

Bupati Simon Nahak Juga Dosen Ilmu Hukum Universitas Warmadewa Denpasar Bali ini, menggarisbawahi pentingnya literasi sebagai fondasi kehidupan seseorang. Sekolah Dasar itu adalah kunci dunia,”

Kalau di dunia seseorang tidak bisa membaca, maka orang itu hidup, tetapi tidak punya pegangan hidup. Pegangan hidup karena dia bisa membaca,” ungkapnya.

Dalam usahanya untuk meningkatkan literasi siswa, Bupati Simon Nahak mendorong Kepala Sekolah dan guru untuk berinovasi dalam metode pembelajaran.

Menekankan bahwa pembelajaran dan pengembangan kemampuan literasi, termasuk kemampuan numerik, memerlukan proses berkelanjutan yang akan menghasilkan keunggulan kompetitif.

Bupati juga mengapresiasi upaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi beserta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT yang telah memberikan perhatian besar untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa SD di Kabupaten Malaka,

Saya mengusulkan  sambung Bupati Simon. Kalau bisa mulai sekarang Pendidikan berbasis kearifan local (local wisdom) di digalakkan di kabupaten Malaka sekaligus merupakan sebuah upaya untuk menjaga kelestarian budaya dari reduksi, Contoh. beber Bupati Simon. , ” anak – anak belajar membaca denga gaya di Indonesia barat , camtoh ini Bapa Budi, ini ibu Budi ditambah dengan cara lain ,,ini Nahak atau ini klau, dengan demikian anak – anak Malaka capat tahu membaca dengan baik dan benar

Pada bahagian akhir Bupati Simon Nahak, mempersilahkan  BPMP Prov NTT kerjasama dengan dinas pendidikan dan dinas terkait supaya ada komunikasi, kolaborasi agar para guru bisa diperhatikan, kabupaten Malaka sangat minus guru penggerak dan tolong diatensi karena syarat  jadi kepala sekolah itu , dari guru penggerak dan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tentang Petunjuk Teknis Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah. Dengan demikian saya berharap kemampuan belajar berdasarkan data rapor pendidikan, kemampuan literasi siswa Sekolah Dasar di Malaka tidak lagi berada pada level merah.pungkasya

Kepala BPMP Prov NTT Kemdikbudristek. Herdiana, ST. MBA. Saat ditemui media ini mengungkapkan sepakat apa yang dikatakan Bupati Malaka tentang Pendidikan berbasis kearifan local

” Saya sangat senang dan bangga dengan semangat kerja Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, dalam upaya peningkatan kemampuan membaca siswa. Caranya Bapak Bupati membuat bahagia para guru dalam satu ruangan termasuk kami BPMP menjadi motivasi terbaik bahwa ketika kita bersemangat dengan kompetensi yang ada maka kita akan mencari cara bagaimana membahagiakan siswa agar siswa bahagia datang sekolah dan belajar sendiri”

Herdiana, menambahkan salah satu tugas terbesar di Indonesia adalah penuntasan kompetensi dasar di bidang pendidikan atau kita kenal dengan standar pelayanan minimal (SPM) yang memberikan dampak pada kualitas mutu pendidikan.

SPM pendidikan khususnya di NTT dari sekian banyak indikator diantaranya literasi itu masih berada di zona merah, termasuk kabupaten Malaka masih berada di level bawah. Oleh karena itu saya berharap dengan adanya dukungan dari Bapak Bupati bisa menjadi motivasi dasar untuk kita berkolaborasi menuntaskan literasi di Kabupaten Malaka minimal mencapai 60 persen.

“Kebetulan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) itu dicabut jadi saya berharap aga kita para guru lebih kreatif karena kita diberikan keleluasaan konsepsinya sesuai dengan kearifan lokal melalui pendekatan reading camp untuk mengajarkan membaca pada anak sesuai kearifan kita di Daerah masing-masing”, tutupnya.

Laporan Panitia Pelaksana dibacakan Yandri D. I. Snoe, S.Pd. M.T, menyebutkan,”Siswa Indonesia saat ini membutuhkan penguatan literasi dan numerasi. Hal ini berangkat dari fakta bahwa beragam survey di tingkat nasional dan internasional secara konsisten, dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa literasi dan numerasi tidak mengalami peningkatan signifikan, bahkan cenderung menurun. Kondisi ini diperparah dengan pandemi Covid-19 yang memaksa siswa belajar dari rumah. Ketidaksiapan SDM dan minimnya sarana prasarana pendukung mengakibatkan kegiatan pembelajaran terganggu dan dampak fatal akhirnya terjadi yakni siswa mengalami penurunan

kemampuan belajar (learning loss), termasuk kemampuan membaca. Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Malaka, berdasarkan data rapor pendidikan, kemampuan literasi siswa Sekolah Dasar berada pada level merah. Ini berarti bahwa kemampuan literasi siswa kita berada di bawah kompetensi minimum.

Hal inilah yang mendorong Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan upaya konkrit untuk membantu siswa Sekolah Dasar memiliki kemampuan membaca yang baik melalui Program Reading Camp. Program ini dimulai dengan melakukan tes awal membaca kepada siswa, kemudian mengelompokkan siswa berdasarkan hasil tes awal tersebut, dan selanjutnya siswa didampingi untuk belajar membaca hingga dapat membaca lancar. Dan untuk mewujudkan tujuan tersebut, BPMP Provinsi NTT sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Malaka pada program Reading Camp tersebut. Dukungan semua stakeholder terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, satuan pendidikan dan stakeholder lainnya, termasuk orang tua, sangat kami harapkan untuk suksesnya upaya peningkatan kemampuan membaca siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Malaka melalui Program Reading Camp

Dasar Hukum kegiatan

1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Malaka. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6219);

3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

4. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan,

5. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 11 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan; 6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pelaksanaan Program Reading Camp di Kabupaten Malaka akan dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan.

1. Launching/peluncuran program sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama yang akan dilakukan oleh Bapak Bupati Malaka dan Kepala BPMP Provinsi NTT saat ini. 2. Sosialisasi dan Pembekalan program yang akan dilaksanakan setelah acara peluncuran program hari ini.

3. Tes awal yang akan dilakukan oleh masing-masing guru kelas di sekolah masing- masing.

4. Pengelompokan siswa berdasarkan hasil tes awal 5. Pendampingan membaca yang akan dilakukan oleh guru di sekolah masing-masing

6. Monitoring program yang akan dilakukan bersama oleh Dinas Pendidikan dan

Kebudayaan bersama BPMP NTT. 7. Evaluasi program yang akan dilakukan setiap bulan dan melibatkan pengawas, kepala sekolah, dan guru.

Program Reading Camp akan dilaksanakan selama 3-4 bulan efektif, dan akan dimulai pada bulan Oktober, dan akan diikuti oleh seluruh Sekolah Dasar (208 SD) di Kabupaten Malaka

Untuk diketahui diakhir kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU oleh Pemerintah Kabupaten Malaka dan BPMPP rovinsi NTT.

Penulis Edi S. Editor nanda Budiman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *